Jumat, 20 Juli 2012

AKSARA KARO

Terakhir kali aku belajar menulis aksara karo, yaitu sewaktu duduk di bangku SMP melalui pelajaran Bahasa Daerah Karo. Aksara Karo adalah aksara kuno yang dipergunakan oleh masyarakat Karo dalam menuliskan pesannya. Namun, dewasa ini penggunaannya sangat terbatas sekali bahkan hampir tidak pernah digunakan lagi. 

Induk Surat Aksara Karo

Anak Surat Aksara Karo

Aksara Karo, Sevi
Aksara Karo, Sevi. Ada yang bisa baca tulisan itu nggak?

"kai nge ndia bas ukurndu 
maka tadingkendu aku?

sayang aku sayang nindu
tapi apai kel buktina?

kai salah si ku ban?
sada kam ngenca ku kelengi
kam ngenca ateku jadi
tedeh ateku kam, mesayang 
kam si ateku nami-nami aku
genduwari, pepagi, seh rasalalap"

Artinya..
Apa yang ada di hatimu sampai kau tinggalkan aku?
katamu sayang, tapi mana buktinya?
apa salah yang ku buat?
cuma kamu satu-satunya yang ku sayang
cuma kamu yang di hatiku
aku merindukanmu, sayang
aku mau kamu memanjakanku (agak sulit mendefenisikan "nami-nami" dalam bahasa indonesia) 
sekarang, besok, sampai selamanya.


Eemmm..
tulisan ini cuma contoh, bukan pengalaman pribadi yaa :)
Hhihi:p

Senin, 02 Juli 2012

PASIR PUTIH PARBABA

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi



Pasir Putih Parbaba, satu lagi keindahan objek wisata alam yang terdapat di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Saat akan memasuki komplek wisata Pasir Putih ini, pengunjung hanya akan dikenakan retribusi masing-masing sebesar Rp 2,000 untuk orang dewasa dan Rp 1,000 untuk anak-anak.

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi


Pantai Pasir Putih Parbaba memiliki panorama alam yang sangat menakjubkan dengan hamparan pegunungan yang indah serta pasir putih yang berkilau. Hanya saja, kawasan wisata alam ini masih belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah setempat.

Ketika mentari pagi muncul dari balik bukit-bukit yang hijau, kawasan wisata ini seolah berubah fungsi menjadi tempat beraktivitas pagi para warga terdekat. Anak-anak sekitar pantai memanfaatkan waktu di pagi hari untuk mencuci di bibir pantai.

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Namun demikian, keindahan Pasir Putih Parbaba tak berkurang sedikit pun. Pantai ini juga sangat aman untuk berenang. Tak perlu takut tenggelam. Kenapa? Karena ada pembatas kedalaman pantai dengan menggunakan tali. Pengunjung yang berenanng tidak dianjurkan untuk melewati tali pembatas.


Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Saat matahari mulai terbenam, air pantai akan tampak sangat cantik. Jangan lewatkan moment ini.
How great Thou Art :)

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Selasa, 26 Juni 2012

ASP - Untuk Mamak dan Bapak ^^

Aku bangga sama bapak & mamak. Mereka orang tua yang sangat luar biasa. Someday, aku harus bisa buat mamak sama bapak bangga atas keberhasilanku :)

Terima kasih, Tuhan Yesus..

Penggalan ASP
Bapakku ganteng :)
Mamakku cantik :)

Sepenggal ASP untuk bapak :)

Sepenggal ASP untuk mamak :)












CINTA (kah)

Created by: Sevi
Aku pernah merasakan indahnya cinta.
Aku merasa bahagia bersama orang yang ku sayangi. 
Aku merasa beruntung bisa berada di dekatnya. 
Aku bangga memilikinya. 
Aku tersenyum setiap kali mengingatnya. 
Aku bahagia menulis-nulis namanya dan menyatukannya dengan namaku dalam satu bentuk coret-coretan kecil.
Aku senang ketika dia menanyakan kabarku, membawakan makanan untukku, memberikanku bunga. 



Aku juga senang ketika bercanda tawa dengan dia. 
Aku merasa nyaman berada di pelukannya, mendengar lagu romantis bersama. 
Aku senang memimpikannya. 
Aku merindukannya di kala sendiri. 
Aku ingin selalu bersamanya dan aku bahagia setiap kali melihat senyumnya. 
Aku merasa utuh dengan adanya dia di sampingku, menyemangatiku, memanjakanku, merayuku di saat aku marah, mengingatkanku di saat aku salah, dan meminjamkan bahunya di saat aku ingin menangis dan bersandar. 
Aku bahagia menjalani semua itu. 
Kenapa? 
Karena ada cinta antara aku dan dia. 
Yaa.. 
Setidaknya di waktu itu :) 

Aku tau kau juga ingin merasakan cinta yang sempurna, tapi mengeluhkan kenapa justru patah hati yang diterima? 

Aku bahkan sudah berulangkali merasakan sedihnya kehilangan cinta itu. 
Semua keindahan yang kurasakan, harus kulepaskan dan rasanya sakit luar biasa. 
Ku pikir pasti akan sangat sulit untuk melupakan semua yang indah bersamanya ketika menjalani cinta itu. 
Dan ternyata benar. 
Sangat sulit. 
Sama seperti yang kupikirkan. 

Aku sudah pernah merasakan sakitnya cinta ketika harus melepas sebuah hubungan yang memang sudah melelahkan walaupun aku masih mencintainya. 
Aku dan dia berpisah dan tak selang beberapa hari, ternyata dia sudah memiliki kekasih baru. 
Bisa kau bayangkan sakitnya seperti apa? 


Aku pernah merasakan sakitnya cinta ketika aku hanya sebagai pelarian seseorang dan di depan mataku aku melihatnya berduaan bersama gadisnya. 

Aku pernah merasakan sakitnya cinta ketika aku tak dipercayai, ketika aku tak didukung oleh kekasihku sendiri. 
Aku pernah merasakan sakitnya cinta yang terobek oleh perang mulut. 

Aku juga pernah tersakiti cinta yang tak tulus adanya, tak seindah kedengarannya. 
Aku tersakiti cinta seseorang yang ternyata masih mencintai kekasihnya terdahulu. 

Aku sudah berulang kali terluka ketika mencoba mencintai. 

Aku kecewa. 
Aku tersakiti. 
Aku menangis. 
Aku sempat terpuruk. 
Aku merasa marah. 
Aku benci. 
Aku muak. 
Aku kesal. 
Aku kasihan pada diriku sendiri. 
Aku ingin lari tapi belum cukup kuat. 
Aku ingin melupakan tapi belum bisa. 
Aku ingin tetap mencintainya tapi aku terluka melakukannya. 

Cintaku tak cukup membuatnya mencintaiku. Aku patah hati. 

Tapi aku yakin, pada akhirnya nanti akan ada cinta yang baru yang benar-benar tulus adanya mencintaiku.
Patah hati itu wajar (?)
Mungkin

Eeemm..
Satu hal lagi.. 
Sekalipun aku tak pernah menyesali pernah menjalani kisah cinta dengan mereka :)
Itu tetap jadi bagian terpenting dalam perjalanan cintaku.
(Aksara Karo) i ja kam impalku? Kam tambar malemna 
^____^ 

Kamis, 17 Mei 2012

Representasi Perempuan "KETIKA SAPI LEBIH BERHARGA DARIPADA SEORANG PEREMPUAN"

Berikut sebuah ringkasan kisah nyata dari seorang perempuan yang tinggal di desa kecil Tepi Barat, Palestina yang lolos dari pembunuhan atas nama kehormatan. Diambil dari sebuah buku terjemahan “BURNED ALIVE” yang ditulis oleh Souad (yang identitasnya masih dirahasiakan sampai bukunya ditebitkan) dan sudah ditulis dalam 29 bahasa di 28 negara. Di Indonesia, buku ini diterbitkan oleh Pustaka Alvabet Anggota IKAPI.
Souad, seorang gadis yang tinggal di desa kecil, Tepi Barat, Palestina yang setiap hari mendapatkan siksaan dari ayah kandungnya sendiri. Dikurung, dipukuli, dijambak, diseret-seret, bahkan dicambuk, menjadi jatah harian Souad dari ayahnya. 

Kesalahan terbesar Souad adalah, berkenalan dengan seorang lelaki dan hamil sebelum menikah. Souad berusaha menutupinya dari keluarganya tapi tak berlangsung lama. Setelah keluarganya mengetahuinya, maka disusunlah sebuah rencana bagaimana mereka akan membunuh Souad. 

Saat itu usia kandungan Souad kira-kira tujuh bulan. Bentuk pembunuhan yang direncanakan adalah membakar Souad hidup-hidup. Biasanya hal ini dilakukan oleh saudara laki-laki, sementara orang tua sengaja bepergian agar tidak berada di rumah pada saat pembunuhan terjadi dan berpura-pura tidak tahu, namun sebenarnya hal tersebut telah direncanakan dengan rapi oleh 
keluarga. 

Souad akhirnya dibakar hidup-hidup oleh saudara iparnya sendiri. Beruntung Souad berhasil dilarikan ke rumah sakit oleh gadis-gadis desa setempat. Akan tetapi, rumah sakit pun tak mau memberikan pelayanan medis untuk Souad karena mereka tahu Souad telah hamil di luar nikah. 

Mereka membiarkan Souad kesakitan dengan kulit melepuh tanpa diobati sedikitpun. Hal yang tak terduga sama sekali, di tengah kesakitannya tergeletak tak berdaya tinggal menunggu kematiannya di rumah sakit, dia melahirkan bayinya dengan selamat tanpa bantuan medis sama sekali. 

Berhari-hari Souad tak mendapatkan pengobatan apapun, tapi dia tetap bertahan hidup, sampai akhirnya seorang relawan Eropa membawanya ke Prancis untuk mendapatkan pengobatan setelah melalui proses perizinan yang sangat panjang, baik dari pihak rumah sakit, keluarga Souad, dan tentara Israel yang ketika itu menjaga perbatasan Palestina. 

Di Prancis, Souad akhirnya mendapatkan pengobatan hingga sembuh, sampai akhirnya dia pulih, baik secara fisik maupun secara psikologis. Souad akhirnya mampu melanjutkan kehidupannya yang baru di Prancis, tempat yang berbeda jauh dengan tradisi desanya, terutama dalam hal representasi terhadap perempuan.
...
Di sebuah desa kecil yang terletak di Tepi Barat, Palestina, pada abad ke-19 kehidupan perempuan berada dalam posisi yang sangat memprihatinkan, tak lebih dari seorang budak. Bahkan di waktu itu, nilai seorang perempuan dianggap lebih rendah daripada seekor binatang. Sapi bisa memberikan susu dan anak sapi untuk kemudian dijual dan menghasilkan uang. Domba bisa menghasilkan wol untuk dijual kemudian mendatangkan uang. Sementara perempuan? Tak ada artinya.

Seorang gadis di desa kecil itu tidak boleh berpergian keluar rumah seorang diri tanpa ditemani ibu atau kakak perempuannya, tanpa domba, tanpa membawa seikat rumput kering atau sekantung buah ara. Seorang gadis juga harus berjalan dengan langkah cepat dan kepala menunduk, jangan sampai ada seorang lelaki yang sempat menangkap pandangan matanya. Seorang gadis juga tak diizinkan berbicara dengan lelaki asing manapun kecuali ayah dan saudara laki-lakinya. Kalau ada yang kedapatan melanggar aturan itu, maka dia akan dicap sebagai seorang “charmuta” atau pelacur. 

Di desa itu, seorang anak perempuan dikatakan sudah “dewasa” ketika sudah mendapatkan menstruasi pertamanya. Ketika seorang gadis sudah menginjak usia 14 tahun, maka dia akan menunggu untuk dinikahkan. Ketika hampir mencapai usia 20 tahun, belum juga ada laki-laki yang melamarnya, maka seluruh warga desa akan mengolok-oloknya dan itu akan menjadi aib bagi keluarganya. 

Karakter bengis seolah sudah melekat pada seluruh laki-laki di desa itu. Sang suami akan memperlakukan isterinya seperti budak. Menjambak, memukul, mencambuk, menendang, menyeret-nyeret perempuan, seolah menjadi hal yang biasa bagi laki-laki di desa itu, bahkan mereka juga tak akan segan sama sekali untuk membunuh perempuan, sekalipun itu isterinya. Panjang usia seorang perempuan seolah-olah berada di tangan para lelaki. Sekalipun seorang perempuan dibantai oleh suaminya, dia tak bisa pulang ke rumah orang tuanya karena itu hanya akan mendatangkan aib bagi orangtuanya. Oleh karena itu, dia harus bertahan di rumah suaminya meskipun mengharuskannya menjadi budak seumur hidup bagi suaminya sendiri. 

Anak laki-laki adalah emas. Kehadiran anak laki-laki dalam sebuah keluarga adalah hal yang paling ditunggu. Sebaliknya, kelahiran seorang anak perempuan dianggap akan menjadi kesialan. Maka tak jarang, bayi-bayi perempuan akan dibunuh ibunya saat kelahirannya. Mungkin menurut sang ibu, bayi perempuan itu lebih baik mati daripada harus disiksa dan dijadikan budak sepanjang hidupnya nanti, bahkan oleh ayah kandungnya sendiri.
...
Fenomena tersebut menggambarkan tentang representasi perempuan di Tepi Barat Palestina pada abad ke-19, dimana ada ketidakadilan gender sehingga perempuan gagal berekspresi di ruang publik dikarenakan satu kebudayaan patriarki yang sangat kuat dalam desa tersebut. Patriarki adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan sistem sosial di mana kaum laki-laki sebagai suatu kelompok mengendalikan kekuasaan atas kaum perempuan. 

Selain kekerasan pada perempuan yang seolah menjadi hal biasa, bentuk ketidakadilan pada perempuan di Tepi Barat, Palestina juga terjadi dalam bentuk subordinasi. Subordinasi pada dasarnya adalah keyakinan bahwa salah satu jenis kelamin dianggap lebih penting atau lebih utama dibanding jenis kelamin lainnya yang sudah mengakar, bahkan dikukuhkan oleh nilai agama dan budaya masyarakat. Laki-laki diizinkan untuk melakukan apapun sesuka hatinya, sementara perempuan diperlakukan sebagai budak. Bahkan, untuk mengenyam pendidikan pun, seorang perempuan tidak layak. 

Perempuan dimarjinalisasi dan didiskriminasi tanpa ada pihak yang berupaya merobohkan adat istiadat tersebut. Kaum perempuan di desa itu juga tak bisa vokal menyuarakan keberatannya atas sikap keras yang bahkan tak beradab dari laki-laki, kecuali mereka siap untuk disiksa atau bahkan dibunuh. 

Isu gender yang menyangkut kekerasan, subordinasi, dan marjinalisasi yang berkeliaran di tengah perbincangan masyarakat, ternyata benar adanya terjadi dengan sangat mengerikan kepada para perempuan di Tepi Barat, Palestina pada abad ke-19. Bahkan ketika itu, pembunuhan atas nama kehormatan menjadi hal yang sangat wajar. Salah satunya seperti yang terjadi pada Souad dalam kisah “Burned Alive” tersebut.

Kamis, 29 Maret 2012

UNIK!! KERAMAS PAKAI KARUNG GONI

Seorang pemuda tampak duduk manis di sebuah stand bazaar miliknya tapi tetap sigap melayani setiap pengunjung yang sekedar ingin mencuci mata ataupun yang ingin membagi isi koceknya kepada pemuda itu. Eno, seorang pemuda berdarah Jawa yang usianya baru 27 tahun dan sehari-harinya menghabiskan waktu untuk "keramas" dengan menggunakan karung goni bekas.

Hasil dari "keramas" yang dilakukan oleh Eno adalah sederet miniatur boneka unik yang mampu mempesona setiap orang yang menghampirinya. Mungkin pertanyaan yang kemudian muncul adalah “kira-kira sampo merek apa yang dipakai Eno untuk keramas sehingga menghasilkan miniatur boneka? Bagaimana mungkin? Lalu apa kabar dengan rambut di kepalanya? Bukankah yang biasa dikeramas adalah rambut?”

Unik. Itulah kemudian kata yang paling tepat untuk menggambarkan “keramas” yang satu ini. KERAMAS (Kerajinan Anak Medan Asli) memakai karung goni bekas, bentuk usaha kreatif yang ditekuni oleh Eno selama beberapa tahun belakangan. Tempat yang bisa dijangkau untuk “Keramas” ini adalah di Jalan Kesatria Gang Damai No.14, Kecamatan Medan Sunggal, Kelurahan Tanjung Rejo.

Eno bersama seorang temannya menggali ide kreatif mereka kemudian menuangkannya ke dalam sebuah karya seni yang sangat unik. Mereka memainkan jari-jari mereka merajut kembali goni-goni bekas yang sudah dikumpulkan, untuk kemudian dibedah menjadi berbagai jenis miniatur berbentuk boneka, pesawat, lukisan, dan semacamnya. Alat dan bahan yang digunakan sangat sederhana, hanya berupa karung goni bekas dan kawat sebagai bahan utama. Sesekali ragam biji-bijian kering yang telah dilapisi pernis sehingga memberi kesan mengkilau ditempelkan pada miniatur boneka goni untuk menambah kesan cantiknya.
Durasi waktu yang mereka perlukan untuk menciptakan satu miniatur boneka karung goni dengan karakter biasa yang tak terlalu ribet hanya sekitar 10-15 menit.

Eno biasanya memperoleh karung goni bekas dengan cara mengumpulkannya dari pedagang-pedagang pasar, terkadang dia peroleh secara gratis tapi terkadang juga Eno harus merogoh kantongnya dan mengeluarkan beberapa lembar rupiah untuk menebus karung-karung goni yang akan ia sulap menjadi karya unik, hasil tangan yang akan menjadi bagian dari “keramas” yang siap untuk dipasarkan.



Harga yang ditawarkan Eno untuk miniatur boneka karung goninya rata-rata adalah Rp 25.000 per-unit. Sementara untuk pembelian dalam jumlah banyak yang tujuannya adalah untuk dijual kembali, Eno biasanya memberikan korting harga menjadi Rp 15.000-Rp 18.000 per-unit. Saat ini hasil “Keramas” sudah dipasarkan ke berbagai wilayah di Sumatera Utara, khususnya daerah tujuan wisata, seperti Berastagi, Parapat, Tomok, Bukit Lawang. Tidak hanya sampai di situ, hasil kerajinan tangan ini juga sudah merantau sampai ke Aceh, Jakarta, Yogyakarta, bahkan sampai ke negeri tetangga, Malaysia. Menurut Eno, pelancong asal Malaysia pernah memborong kerajinan tangannya sampai 350 unit miniatur untuk kemudian dijual kembali.



Keuntungan yang bisa diperoleh Eno dari kegiatan yang ditekuninya ini, yaitu mengumpulkan karung goni bekas kemudian memainkan kreatifitasnya membentuk ragam miniatur, akhirnya bisa menambah pundi-pundi uang bagi Eno termasuk juga temannya yang turut membantunya. Nominal yang biasa diperoleh Eno yakni berkisar 2,5-3 juta perbulan.

Setiap orang dianugerahkan dengan bentuk kreativitas yang berbeda dan beragam. Eno adalah salah satu orang yang kemudian berusaha memaksimalkan kreativitas yang dimilikinya dan berhasil membuatnya menjadi sesuatu yang bernilai seni tinggi dan lagi menghasilkan rupiah. Tak hanya sampai di pembuatan miniatur boneka, lukisan, pesawat mainan, yang kesemuanya dari karung goni, Eno juga memberdayakan karung goni untuk membalut sepeda ontel.
“Saya kemaren nemu kerangka sepedanya itu di daerah Sunggal tempat tukang botot, terus dirangkai lagi dan dibalut pakai goni itu. Untuk merakitnya lagi kemaren saya perlu modal sekitar 500-600ribu.”

Di salah satu sisi stand bazaarnya, berdiri gagah sepeda ontel jantan yang sudah dibalut dengan karung goni oleh Eno, sehingga kian menambah nilainya. Menurut Eno, sepeda itu merupakan sepeda dengan tahun 1940, yang akan dia jual dengan harga 2,5 juta rupiah.

Selasa, 13 Maret 2012

HAPPY BIRTHDAY FOR MY TIKUT



Peluk dan cium untuk Tikut:: Tika Anggreni Purba :*
Semoga panjang usia dan kesehatan ditambahkan kepadamu.
Segala yang terbaik mendekat kepadamu di usia yang ke-21 ini.
Amin.



Tika Anggreni Purba.
11 Maret 2012, 21 tahun.
Sorry, may be it's too late to say happy birthday :(
"HAPPY BIRTHDAY, TIKA"
Salah satu sahabat terbaik yang dipunya oleh "Glanz"
Kami menyayangimu, bebski.

Teringat ucapan Tika siang tadi, "Aku nggak tau ini lagi senang atau sedih"
Bahagia karna bertambah usia, itu pasti. Tapi mungkin Tika juga lagi sedih karna mamak lagi sakit. Tapi pasti cepat sembuh :)

Tadi nggak ada pedah-pedah, maaf yaa, Tikut..
Maafkan kami para domba yang hilang ini :(
Kami pasti menyedihkan hatimu..
(-__-)

Kalau diminta kasi pedah-pedah, mau bilang apa yaa??
Harusnya aku, icek, ina, helen, inri, fani yang dikasi pedah-pedah dari Tika.
Tapi satu hal yang pasti, aku bangga punya kawan kek Tika.
Tika bisa selalu jadi panutan, banyak hal baik yang ditunjukkan.
Selalu bisa jadi penengah kalau lagi ada temennya yang mau bunuh-bunuhan.
Selalu bisa kasi semangat sama temennya yang udah galau mau gantung diri.
Selalu senyum walaupun lagi banyak pergumulan.
Selalu bisa nahan emosinya, walaupun banyak hal yang buat kesal.
Selalu bisa banyak hal.

Aku sayang Tika. Glanz sayang Tika. Tika sayang Glanz. Tika sayang aku.
Mari kita berpelukaaaaaaaaaaaannn...


Tika yang kukenal adalah orang yang tau betul gimana menempatkan dirinya.
Dibalik Tika yang tampak casing sekarang ini, Tika bisa juga kok jadi makhluk aneh.
Apakah itu??
Lady galau penderita parasosial akut, dimana dia menganggap tv adalah teman di kala sepi.
Hhhaahaa:D
Kalau penyakitnya yang satu ini udah kambuh, waaaaahhhh..luar biasa.
Nengok tv yang di-mute aja bisa ketawa guling-guling sambil ngences-ngences trus jambak-jambak rambut sendiri, jedotin kepala ke lantai (*lebay)
Remote tv, Tika penguasanya. Lalap ganti channel. ZzzzzZ.


Tapi, kembali lagi..
Apapun itu, Tika punya banyak hal baik yang orang lain nggak punya.
YOU ARE AMAZING, TIKA.
Teruslah jadi Tika yang baik dan lebih baik lagi yaa..
Jadilah yang terbaik suatu hari nanti.
Sukses adalah milikmu.

Sekali lagi,
SELAMAT ULANG TAHUN, TIKA
TUHAN YESUS MEMBERKATI

^^


Fani::
http://www.facebook.com/notes/tifany-natasha-panggabean/to-my-dearest-best-friend-tika-anggreni-purba-/10150586925680940

Inri:: http://www.facebook.com/notes/inri-sembiring/happy-bday-t-i-k-a-tiksemar/10150587722246949

Vina:: http://www.facebook.com/notes/ina-ginting/selamat-hari-spesial-untukmu-tika-anggreni-purba-tambak-3/10150595032968730

Jumat, 06 Januari 2012

PENETAPAN WAKTU PELAKSANAAN PESTA DANAU TOBA

Pesta danau Toba telah menjadi kegiatan tahunan di Sumatera Utara dalam kalender event nasional sejak tahun 1979 yang ditujukan guna mempromosikan pariwisata Danau Toba ke luar negeri. Pada pelaksanaan Pesta Danau Toba yang ke-31 pada tahun 2010 silam, Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Budaya dan Pariwisata, Dr. Sapta Nirwandar mengatakan, tampilan pariwisata Danau Toba perlu mendapat perhatian bersama. Oleh karena itu, Kementerian Budaya dan Pariwisata akan menjadikan kegiatan Pesta Danau Toba sebagai ikon pesta tahunan yang dilakukan dengan jadwal dan waktu yang tetap.

Pada tahun 2011, Pesta Danau Toba dilaksanakan pada tanggal 27 – 30 Desember 2011. Artinya, pernyataan Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Budaya dan Pariwisata tersebut sama sekali tidak terealisasi pada pelaksanaan Pesta Danau Toba yang baru berlangsung pada penghujung tahun tersebut.

Untuk penyelenggaraan sebuah kalender tahunan yang cukup besar seperti Pesta Danau Toba, seharusnya panitia penyelenggara berkonsolidasi dengan pemerintah daerah sampai ke tingkat provinsi untuk lebih jeli dalam menentukan jadwal dan waktu pelaksanaan yang mampu mendatangkan profit. Apabila Pesta Danau Toba dilaksanakan pada bulan yang sama setiap tahunnya, maka event tersebut akan menjadi ikon yang lebih mudah melekat dalam agenda perjalanan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Dengan adanya perbedaan bulan yang dipilih sebagai waktu pelaksanaan Pesta Danau Toba, maka biaya promosi yang diperlukan untuk menarik kedatangan wisatawan juga akan lebih besar. Namun, apabila sudah ditetapkan satu bulan yang sama setiap tahunnya sebagai waktu pelaksanaan Pesta Danau Toba, maka tanpa promosi besar-besaran sekali pun, para wisatawan sudah ingat dan tahu kalau pada bulan tersebut akan ada Pesta Danau Toba sebagai pesta tahunan yang diadakan di Sumatera Utara. Dengan meminimalkan biaya promosi, maka biaya tersebut dapat dialokasikan kepada acara yang akan dilangsungkan sehingga dapat memukau wisatawan dan tak enggan untuk berkunjung lagi pada tahun berikutnya, tentu saja pada bulan yang sama.

Sabtu, 26 November 2011

MENSTRUASI


Mari belajar Biologi kelas XII


MENSTRUASI berasal dari bahasa Latin, yaitu Mensis, yang berarti 'bulan'.
Disebut menstruasi karena secara rata-rata menstruasi datang sekali sebulan.
Dan “menstruasi” bulanan ini adalah siklus peristiwa di dalam tubuh yang dikendalikan oleh hormon-hormon.
Haid atau menstruasi atau datang bulan adalah suatu proses fisologis yang dialami oleh setiap wanita normal.


Siklus menstruasi adalah waktu dihitung sejak Hari Pertama Menstruasi (HPM) sampai datang hari pertama menstruasi periode berikutnya. Panjangnya beda-beda antar orang, antara 20 - 35 hari.
Normalnya adalah 28 hari.

Lama keluarnya darah menstruasi juga bervariasi; pada umumnya lamanya 4 sampai 6 hari, tetapi antara 2 sampai 8 hari masih dapat dianggap normal.


Pengeluaran darah menstruasi terdiri dari fragmen-fragmen kelupasan endrometrium yang bercampur dengan darah yang banyaknya tidak tentu.
Biasanya darahnya cair, tetapi apabila kecepatan aliran darahnya terlalu besar, bekuan dengan berbagai ukuran sangat mungkin ditemukan.

Rata-rata banyaknya darah yang hilang pada wanita normal selama satu periode menstruasi telah ditentukan oleh beberapa kelompok peneliti, yaitu 25-60 ml.



Salah satu masalah yang paling sering menjadi keluhan oleh kebanyakan wanita adalah nyeri saat menstruasi (dismenorrhea).
Sama seperti luka pendarahan di kulit yang kita alami pasti kita akan merasakan sakit, apalagi pendarahan tersebut terjadi di dalam rahim, tentunya akan menimbulkan rasa nyeri.

Nyeri saat menstruasi merupakan hal yang lumrah dialami oleh setiap wanita, akan tetapi yang membedakannya adalah apabila hal tersebut mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-harinya.
Nyeri ini dapat bersifat hilang timbul atau menetap. Biasanya nyeri terasa 24 jam sebelum menstruasi dan berakhir 24-36 jam setelah menstruasi berhenti.


Nyeri dirasakan pada perut bagian bawah yang kemudian dapat menyebar ke punggung atau bagian dalam paha.
Gejala-gejala lain yang dapat menyertai antara lain mual, muntah, sakit kepala, cemas, gelisah, diare, pingsan, dan perut kembung.
Nyeri haid ini normal, namun dapat berlebihan bila dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik, seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun.


Mungkin banyak di antara para wanita yang merasa ingin dimengerti kondisinya, yang sepertinya amat sensitif, ketika mereka memasuki masa pra-menstruasi.
Mereka merasa bahwa PMS adalah penyakit hukum alam yang [pasti] menimpa kaum wanita.
PMS (pra-menstruation syndrome) mereka gambarkan dengan mudah tersinggung, mudah untuk menangis, dan malas untuk berkegiatan.

Para wanita merasa lebih mudah marah, lebih mudah terganggu, dan lebih depresif – sensitif pada fase pra-menstruasi dan fase menstruasi



ketika datang bulan sebaiknya perlu dihindari :

- OLAHRAGA BERAT

Banyaknya pembuluh darah arteri yang terbuka pada saat haid dapat menyebabkan perlukaan. Seorang perempuan yang sedang menstruasi dan melakukan olahraga dikhawatirkan akan mengalami pendarahan berat.
Memang tidak semua olahraga akan menyebabkan hal tersebut, tapi sebaiknya sesuaikan olahraga yang dipilih dengan kondisi tubuh. Perempuan dengan kondisi tertentu bisa jadi akan mengalami perdarahan berat ketika memaksakan diri bersenam aerobik saat haid.

Secara umum, perempuan yang sedang menjalani siklus bulanannya akan merasa lebih lemas, dan beberapa bahkan menderita nyeri perut, mual, pinggang pegal-pegal, pening, bahkan ada yang sampai pingsan.
Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi porsi olahraga yang cukup berat atau sebaiknya pilih saja olahraga ringan seperti jalan santai.


-TERBELENGGU MITOS

Larangan memotong rambut, menggunting kuku, dan keramas selama haid tidak memiliki penjelasan secara medis. Intinya, bila ada mitos-mitos yang dirasa tidak masuk akal, sebaiknya jangan dituruti.


- BERENANG

Kontak dengan air yang dimaksud di sini di antaranya berenang, menyelam, dan sejenisnya.
Banyak beredar anggapan yang salah, yaitu perempuan yang sedang menstruasi darahnya akan berhenti ketika berada dalam air.
Pendapat ini tidak sepenuhnya tepat.

Selain itu tidak ada yang dapat memastikan apakah air yang digunakan untuk berendam itu steril. Bisa jadi air kolam renang atau air laut mengandung banyak kuman yang dapat menyebabkan infeksi.
Apalagi bila berendam dalam waktu lama.

Minggu, 06 November 2011

INISIASI SEBAGAI TRADISI TAHUNAN IMAJINASI


Di hari Jumat siang itu, para mahasiswa baru Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU tahun 2011, ikut meramaikan lingkungan FISIP dengan sandal berwarna daun di kaki mereka. Warna itu kian menambah segar suasana FISIP USU ditambah lagi dengan wajah-wajah segar para mahasiswa baru yang berceloteh ria memperdengarkan tawanya.

Tepat pada hari Jumat, 21-23 Oktober 2011 kemarin, Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU menyelenggarakan kegiatan tahunan Ikatan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (IMAJINASI), sebagai acara untuk menyambut mahasiswa baru, yakni inisiasi, inagurasi yang diperuntukkan untuk mahasiswa baru komunikasi yang kali ini mengambil lokasi di Tongging. Berbeda dengan inisiasi sebelumnya, selama dua tahun berturut-turut diadakan di Parapat. Susunan kepanitiaan pada inisiasi 2011 ini dipegang oleh dua stambuk, dimana mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi stambuk 2009 sebagai panitia inti dan stambuk 2010 menjadi panitia bayangan. Kedua stambuk ini secara kompak dalam mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan inisiasi selama kurang lebih empat bulan.

Tema kegiatan inisiasi tahun ini adalah “communicable”. Adapun filosofis dibalik tema ini adalah mengibaratkan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU bak kabel yang panjang dan tak terputus sama sekali. Kabel panjang itulah yang kemudian menjadi sarana penghubung antar-stambuk agar bisa saling mengenal dan saling kompak dalam setiap kegiatan akademik maupun non akademik kampus.

Suatu kegiatan tidaklah penting untuk dilakukan kalau tak bisa mendatangkan manfaat yang baik pula. Adapun beberapa manfaat yang bisa didapat dari kegiatan ini, diantaranya adalah terciptanya kader-kader mahasiswa baru Ilmu Komunikasi yang mampu beraktualisasi diri dalam mewarnai kehidupan kampus, terciptanya kader-kader mahasiswa baru Ilmu Komunikasi yang sanggup menjalankan peran sebagai agent of change, agent of reform, dan agent of social control, dan yang tak kalah penting dan menarik adalah kegiatan yang akan disebutkan dalam kalimat terakhir ini, salah satu bentuk kegiatan baru dalam inisiasi yang belum pernah ada pada tahun-tahun sebelumnya, yakni melestarikan alam Indonesia melalui penanaman seribu pohon.

Sesuai dengan susunan kegiatan acara yang sudah dijadwalkan oleh panitia, pada pukul 15.00, rombongan peserta dan panitia berangkat menuju Tongging. Selama tiga hari dua malam, para mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU akan mendapatkan tiga hari yang sangat mengesankan di Tongging yang sejuk dan berpanorama indah, tepatnya bertempat di Tongging Beach Hotel, Jalan Souk-Souk Tongging.

Selama tiga hari di Tongging, ada banyak sekali kegiatan yang dilakukan, mulai dari opening ceremony, re-checking peserta, pembagian kamar dan pengarahan dari panitia, night adventure, diklat jurnalistik dan humas, nonton film, hunting foto, pameran foto, acara dari Steering Committee (SC), penampilan kelompok dan malam api unggun, games dan olahraga, diskusi dan kegiatan rohani, kegiatan Save Our Nature (penanaman seribu pohon), pelantikan anggota muda Imajinasi angkatan 2011, sampai akhirnya tiba pada closing ceremony dan kembali re-checking peserta.

Ketika ingin memasuki suatu organisasi yang baik, maka seseorang harus memasukinya dengan cara yang baik pula. Panitia inisiasi tahun ini, yaitu mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2009 selaku panitia inti dan angkatan 2010 selaku panitia bayangan, bersama-sama dengan para Steering Commitee (SC), sepakat untuk membuat suatu pelantikan dengan nuansa yang baru yang belum ada pada tahun-tahun sebelumnya, yakni pelantikan anggota muda Imajinasi angkatan 2011 menjadi anggota biasa Imajinasi melalui upacara singkat yang dibuka dengan kata sambutan dari ketua inisiasi selaku pembina upacara, penciuman Bendera Merah-Putih oleh peserta, sambil diiringi dengan lagu “Syukur” oleh barisan panitia, dan ditutup dengan penyematan nama sebagai simbolik bahwa para peserta inisiasi sudah sah dinyatakan sebagai anggota muda Imajinasi angkatan 2011.

Suatu kegiatan acara dikatakan sukses, tentu saja apabila ada yang mengapresiasinya. Seusai pelantikan anggota muda Imajinasi angkatan 2011 menjadi anggota biasa Imajinasi, para panitia seolah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga sebagai upah dari hasil kerja kerasnya selama berbulan-bulan demi mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan inisiasi ini. Bagaimana tidak? Para peserta berhamburan mendatangi panitia, sebagian menjabat tangan panitia, sebagian lagi merangkul panitia, sambil berkata dengan tersenyum,
“Makasi ya, kak, untuk inisiasinya. Kami tau perjuangan kalian besar kali untuk buat inisiasi yang terbaik untuk kami adek-adek kalian, kak.”