Jumat, 21 September 2012

TUHAN, TOLONG AKU


P U I S I


Aku seperti orang bisu
Aku seperti tak punya teman
Aku tenggelam dalam kesenyapan
Aku mengunci mulut menahan kata
Aku memendam rasa
Aku seperti orang bisu

Aku seperti orang bisu
Bukan karena aku tak punya hati
Bukan karena aku tak punya kisah
Bukan karena aku sakit terkulai
Bukan karena mereka mendikteku diam
Bukan karena mereka tak mendengarku
Aku seperti orang bisu

Aku seperti orang bisu
Sesungguhnya aku tak ingin menelan kata
Sesungguhnya aku tak ingin membungkam tawa
Sesungguhnya aku tak ingin menahan isak tangis
Sesungguhnya aku tak ingin terjebak kematian
Aku seperti orang bisu

Berbicara dengan mereka
Aku ingin tapi tak bisa
Aku coba masih tak bisa
Aku teruskan tetap tak bisa
Lalu aku kembali seperti  orang bisu

Terkadang aku menikmatinya
Tapi tak jarang aku tersiksa karenanya
Aku seperti orang bisu
Padahal aku tak bisu
Tuhan, tolong aku
  

Karya: Sevi Caroly

Minggu, 09 September 2012

ULANG TAHUNKU KE-21


Sevi Caroly

Tanggal 09 September 2012, tepat hari Minggu.

Thank, God.. sekarang aku sudah 21 tahun :)





Ntahlah, tapi tadi malam aku sempat sedih karna merasa sendiri.
Ku pikir tentu akan sangat menyedihkan mendapati ulang tahunku besok, tanpa bisa berkumpul bersama mamak-bapak & adek-adek, juga tanpa ada ucapan dari teman-temanku.

Sevi kecik


Thank, Jesus..

Ternyata aku dapat banyak ucapan selamat ulang tahun dari orang-orang di sekitarku :)
Yang lebih menyenangkan lagi, tiba-tiba Inri, Iche, Tifany, Tika muncul di kosku sambil bawa kue ulang tahun dan itu waktu aku baru siap mandi. Keluar dari kamar mandi daaannn... "happy birthday, seviiiiiii"
makasi banyak, teman-temanku :)
Kalian berhasil mengejutkanku dan mengganggu ritual mandiku :D tapi sungguh, aku senang :))
Terima kasiiiiiiiiiiiiiihhh :)

Sevi Caroly (Baru siap mandi.. Hhahaa)

Sevi Caroly

Sevi Caroly

Sevi Caroly


Nggak bisa berlama-lama ngumpul sama teman-teman tadi pagi karna mesti ke gereja lagi. Gereja sama Tika di GBKP Jl. Bahagia.
Dan melalui khotbah pendeta tadi pagi, Tuhan mau sampaikan kepadaku untuk tetap dan selalu berpengharapan kepada-Nya saja. Karna apa yang kelihatan mustahil bagi manusia, semuanya mungkin di hadapan Tuhan. Tuhan punya cara-cara yang ajaib untuk menunjukkan berkat-Nya.

Sepulang gereja..
Bapak nelpon dari Kabanjahe.
Bapak ucapin selamat ulang tahun kemudian diikuti petuah panjang dan harapan seorang orang tua dari seorang anaknya. Selanjutnya, mamak juga ucapin selamat ulang tahun.
Aku menyayangi kalian, pak e, mak e..
Aku bersyukur Tuhan berikan mamak dan bapak yang luar biasa seperti kalian.
Semoga di usiaku ke-21 ini, aku bisa jadi anak yang lebih bisa buat hati mamak sama bapak senang :)
Dan semoga harapan dan doa bapak & mamak bisa tercapai. Amin.

Sevi Caroly


Aku bersyukur untuk hari ini, ulang tahunku yang ke-21.
Aku bersyukur untuk semua berkat berlimpah yang masih aku terima dari Tuhan.
Aku tidak berlimpah harta, tapi aku berkecukupan.
Aku tetap bisa kuliah sambil bekerja.
Selalu ada rezeki yang tak terduga, Tuhan hadiahkan.
Masih seringkali aku lalai, tapi semoga di usia kali ini bisa lebih baik.

from inaa

from tifany

from iche


Terima kasih banyak untuk semua yang sudah ucapin selamat untukku :)
 Tuhan memberkati :)
from rury
  Catatan: Yang ngucapin selamat ulang tahun untukku hari ini, rata-rata ada bilang Sevi "kecik" Hhaa.. karna badanku emang kecik..

Selasa, 24 Juli 2012

(Repost) SEANDAINYA AKU SEBIJAK DIA

Hari Selasa, 24 Juli 2012
Pukul 15:07 di jam komputer yang sedang ku gunakan.

Sevi Caroly

Harusnya aku sedang duduk manis di depan microfon siaranku saat ini, memutarkan lagu-lagu yang ada di chart "MOZAIK"ku. Akan tetapi karena sesuatu hal yang ntah apa sedang terjadi, akhirnya menghalangi keberlangsungan siaran radio ini untuk sementara waktu. Katanya ada sedikit masalah di bagian pemancar radio. Ntahlah, aku tak begitu paham.

Lagi-lagi aku tertelan kebisuanku dan memutuskan untuk membuka facebook-ku. Dan aku tersenyum ketika menemukan catatan ini ada di sana.
Bolehkan aku membaginya kembali untukmu :)



18/07/2010
16: 40


________________________

Siapakah dari kamu yang saat ini tengah berkeluh kesah?
Siapa yang tengah mengumpat untuk setiap kejadian yang datang semaunya?
BANYAK PASTI.
Seandainya kau tau,
aku pun tak luput dari perasaan mengeluh setiap hari.
Menyedihkan sekali, bukan?

Yaa, terlalu banyak yang tak berjalan sesuai mauku seringkali membuatku mengesampingkan rasa syukur yang harusnya lebih dulu disiapkan.
Ada sekian banyak alasan untuk setiap pertanyaan.
Seringkali alasan dikeluarkan adalah sebagai bentuk senjata pengelakan, yaitu penolakan terhadap kenyataan yang harusnya dijalani.
(Mungkin kenyataan itu TAMPAK terlalu sulit atau berat)
Penolakan berarti menghilangkan kesempatan.
Hilangnya kesempatan berarti menunda datangnya sukses.

Ooh, sial.
Hei, Sevi..
Apakah kau sedang menunda suksesmu dengan melancarkan sejuta alasan sebagai pengelakan untuk melakukan sesuatu?
BODOH sekali membiarkan dirimu terkunci dalam ruang yang begitu menyedihkan.


Aku berpikir, aku tak punya sesuatu yang bisa dibanggakan.
Tak ada menurutku.
Aku tak pintar.
Aku tak cantik.
Dan yaa, aku tak tinggi.
:D
Lalu apa yang aku punya?

Aku hanya Sevi kecil yang tak sedang memimpikan hal-hal yang kecil namun terbiasa melakukan hal-hal kecil.
Lalu bagaimana mungkin hasilnya juga tak kecil?
BURUK.

Itu yang ada di pikiranku.
Ah ya, betapa merupakan pikiran yang menyedihkan.
Mengucilkan diri sendiri karena merasa tak pintar, tak cantik, dan tak tinggi?

Konyol.
Bukankah sukses itu milik semua orang yang bekerja di atas rata-rata,,
tak berhenti ketika orang lain memutuskan untuk berhenti.
Kerja keras.
Lalu apa masalahmu?


Pikiran yang sempit perlu dipompa agar sedikit lebih mengembang dan ada ruang leluasa berpikir bijak.
Kita koreksi satu per satu.
Ini,,
- masalah ketika teman tak sesuai hati
- masalah ketika nilai tak sesuai hati
- masalah ketika kondisi keuangan tak sesuai hati
- masalah ketika kesehatan tubuh tak sesuai hati
- ................

"MASALAH AKAN TETAP MENJADI MASALAH SELAMA KAU MENGANGGAPNYA BEGITU."

- mungkin temanmu sedang sakit gigi ketika dia membuatmu marah
- mungkin dosenmu sedang sangat suka dengan huruf 'D' ketika menuliskan nilaimu
- mungkin akan ada copet yang mencopetmu kalau di kala itu kau punya banyak uang
- mungkin sudah terlalu lama kau tak beristirahat dan perlu sudah memanjakan dirimu walau dengan cara yang berbeda
- .................

Lalu, sekarang apa yang salah?
Tak ada.
:)

Hanya perlu mengubah pola pikir,,
lalu bertindak tanpa harus banyak waktu lagi dihabiskan untuk sebuah perencanaan.
Dan inilah yang sulit.
Sedikit mengubah pola pikir lalu bertindak.


- Masalah ketika nilai tak sesuai hati -

Ini berat.
yaa, sudah mengusahakan seoptimal mungkin ternyata hasilnya?
Terpuruk?
Yaa, sudah pasti.
Seolah semakin menguatkan anggapan bahwa nilai yang jelek itu adalah *kado isimewa untuk orang yang tak pintar.
Nilai jelek berarti bencana.
Tak ada harapan.
Mati.
(Sedikit berlebihan untuk kesan lebih menyakitkan)

Mari lihat ini..
Prof. Rhenald Kasali, Ph.D
(Guru besar FE UI)
Beliau dibesarkan di keluarga miskin dan pernah tak lulus mata pelajaran Bahasa Indonesia pada saat kelas V SD, sehingga menyebabkan dirinya tinggal kelas ketika itu.
Beliau sempat terpuruk, merasa dirinya gagal.
Akan tetapi, Rhenald kecil memutuskan untuk bangkit.
Sampai akhirnya, beliau masuk Universitas Indonesia, Fak. Ekonomi dan mendapatkan beasiswa pada tingkat II.
Pada masa kuliahnya, beliau mengakui bukanlah mahasiswa yang mendapatkan indeks prestasi tinggi.
Hanya sekitar 2,..
Tapi tak menjadi patokan suksesnya.

Usaha dan kerja keras serta keberanian menghadapi kenyataan, menghindari penolakan serta pengelakan,,
membawanya mendapat gelar profesor, juga dengan bantuan beasiswa yang ia dapat ke luar negeri.


Lihat?
Masalah ini bahkan tak menjadi penghalang suksesnya,,
- masalah ketika nilai tak sesuai hati
- masalah ketika kondisi keuangan tak sesuai hati

:)

Menurut Prof. Rhenald Kasali, Ph.D:
Dia bahkan tak pernah merasa pintar.
Hanya saja setiap orang punya pilihannya masing-masing,,
apakah ingin menjadi seperti TELUR atau BOLA TENIS?







 

TELUR yang ketika jatuh dan terlempar, maka akan langsung pecah?
Atau BOLA TENIS yang ketika dijatuhkan maka justru membal tinggi semakin tinggi?

Bukan terus menerus mempertanyakan dengan berkeluh-kesah akan apa yang tengah terjadi.
Semuanya justru akan semakin buruk kalau terus menyimpan rasa marah.



Sisi bijak Sevi berpesan:
"Berhenti mencari-cari alasan untuk memmberhasilkan sebuah penolakan yang sebenarnya adalah proses penundaan kesuksesan."

Sisi Sevi yang sekarang menjawab:
Yaa, baiklah.
Kita coba.
SEMOGA BISA dan SUKSES.




17: 46

Jumat, 20 Juli 2012

AKSARA KARO

Terakhir kali aku belajar menulis aksara karo, yaitu sewaktu duduk di bangku SMP melalui pelajaran Bahasa Daerah Karo. Aksara Karo adalah aksara kuno yang dipergunakan oleh masyarakat Karo dalam menuliskan pesannya. Namun, dewasa ini penggunaannya sangat terbatas sekali bahkan hampir tidak pernah digunakan lagi. 

Induk Surat Aksara Karo

Anak Surat Aksara Karo

Aksara Karo, Sevi
Aksara Karo, Sevi. Ada yang bisa baca tulisan itu nggak?

"kai nge ndia bas ukurndu 
maka tadingkendu aku?

sayang aku sayang nindu
tapi apai kel buktina?

kai salah si ku ban?
sada kam ngenca ku kelengi
kam ngenca ateku jadi
tedeh ateku kam, mesayang 
kam si ateku nami-nami aku
genduwari, pepagi, seh rasalalap"

Artinya..
Apa yang ada di hatimu sampai kau tinggalkan aku?
katamu sayang, tapi mana buktinya?
apa salah yang ku buat?
cuma kamu satu-satunya yang ku sayang
cuma kamu yang di hatiku
aku merindukanmu, sayang
aku mau kamu memanjakanku (agak sulit mendefenisikan "nami-nami" dalam bahasa indonesia) 
sekarang, besok, sampai selamanya.


Eemmm..
tulisan ini cuma contoh, bukan pengalaman pribadi yaa :)
Hhihi:p

Senin, 02 Juli 2012

PASIR PUTIH PARBABA

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi



Pasir Putih Parbaba, satu lagi keindahan objek wisata alam yang terdapat di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Saat akan memasuki komplek wisata Pasir Putih ini, pengunjung hanya akan dikenakan retribusi masing-masing sebesar Rp 2,000 untuk orang dewasa dan Rp 1,000 untuk anak-anak.

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi


Pantai Pasir Putih Parbaba memiliki panorama alam yang sangat menakjubkan dengan hamparan pegunungan yang indah serta pasir putih yang berkilau. Hanya saja, kawasan wisata alam ini masih belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah setempat.

Ketika mentari pagi muncul dari balik bukit-bukit yang hijau, kawasan wisata ini seolah berubah fungsi menjadi tempat beraktivitas pagi para warga terdekat. Anak-anak sekitar pantai memanfaatkan waktu di pagi hari untuk mencuci di bibir pantai.

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Namun demikian, keindahan Pasir Putih Parbaba tak berkurang sedikit pun. Pantai ini juga sangat aman untuk berenang. Tak perlu takut tenggelam. Kenapa? Karena ada pembatas kedalaman pantai dengan menggunakan tali. Pengunjung yang berenanng tidak dianjurkan untuk melewati tali pembatas.


Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Saat matahari mulai terbenam, air pantai akan tampak sangat cantik. Jangan lewatkan moment ini.
How great Thou Art :)

Pasir Putih Parbaba - Captured by: Sevi

Selasa, 26 Juni 2012

ASP - Untuk Mamak dan Bapak ^^

Aku bangga sama bapak & mamak. Mereka orang tua yang sangat luar biasa. Someday, aku harus bisa buat mamak sama bapak bangga atas keberhasilanku :)

Terima kasih, Tuhan Yesus..

Penggalan ASP
Bapakku ganteng :)
Mamakku cantik :)

Sepenggal ASP untuk bapak :)

Sepenggal ASP untuk mamak :)












CINTA (kah)

Created by: Sevi
Aku pernah merasakan indahnya cinta.
Aku merasa bahagia bersama orang yang ku sayangi. 
Aku merasa beruntung bisa berada di dekatnya. 
Aku bangga memilikinya. 
Aku tersenyum setiap kali mengingatnya. 
Aku bahagia menulis-nulis namanya dan menyatukannya dengan namaku dalam satu bentuk coret-coretan kecil.
Aku senang ketika dia menanyakan kabarku, membawakan makanan untukku, memberikanku bunga. 



Aku juga senang ketika bercanda tawa dengan dia. 
Aku merasa nyaman berada di pelukannya, mendengar lagu romantis bersama. 
Aku senang memimpikannya. 
Aku merindukannya di kala sendiri. 
Aku ingin selalu bersamanya dan aku bahagia setiap kali melihat senyumnya. 
Aku merasa utuh dengan adanya dia di sampingku, menyemangatiku, memanjakanku, merayuku di saat aku marah, mengingatkanku di saat aku salah, dan meminjamkan bahunya di saat aku ingin menangis dan bersandar. 
Aku bahagia menjalani semua itu. 
Kenapa? 
Karena ada cinta antara aku dan dia. 
Yaa.. 
Setidaknya di waktu itu :) 

Aku tau kau juga ingin merasakan cinta yang sempurna, tapi mengeluhkan kenapa justru patah hati yang diterima? 

Aku bahkan sudah berulangkali merasakan sedihnya kehilangan cinta itu. 
Semua keindahan yang kurasakan, harus kulepaskan dan rasanya sakit luar biasa. 
Ku pikir pasti akan sangat sulit untuk melupakan semua yang indah bersamanya ketika menjalani cinta itu. 
Dan ternyata benar. 
Sangat sulit. 
Sama seperti yang kupikirkan. 

Aku sudah pernah merasakan sakitnya cinta ketika harus melepas sebuah hubungan yang memang sudah melelahkan walaupun aku masih mencintainya. 
Aku dan dia berpisah dan tak selang beberapa hari, ternyata dia sudah memiliki kekasih baru. 
Bisa kau bayangkan sakitnya seperti apa? 


Aku pernah merasakan sakitnya cinta ketika aku hanya sebagai pelarian seseorang dan di depan mataku aku melihatnya berduaan bersama gadisnya. 

Aku pernah merasakan sakitnya cinta ketika aku tak dipercayai, ketika aku tak didukung oleh kekasihku sendiri. 
Aku pernah merasakan sakitnya cinta yang terobek oleh perang mulut. 

Aku juga pernah tersakiti cinta yang tak tulus adanya, tak seindah kedengarannya. 
Aku tersakiti cinta seseorang yang ternyata masih mencintai kekasihnya terdahulu. 

Aku sudah berulang kali terluka ketika mencoba mencintai. 

Aku kecewa. 
Aku tersakiti. 
Aku menangis. 
Aku sempat terpuruk. 
Aku merasa marah. 
Aku benci. 
Aku muak. 
Aku kesal. 
Aku kasihan pada diriku sendiri. 
Aku ingin lari tapi belum cukup kuat. 
Aku ingin melupakan tapi belum bisa. 
Aku ingin tetap mencintainya tapi aku terluka melakukannya. 

Cintaku tak cukup membuatnya mencintaiku. Aku patah hati. 

Tapi aku yakin, pada akhirnya nanti akan ada cinta yang baru yang benar-benar tulus adanya mencintaiku.
Patah hati itu wajar (?)
Mungkin

Eeemm..
Satu hal lagi.. 
Sekalipun aku tak pernah menyesali pernah menjalani kisah cinta dengan mereka :)
Itu tetap jadi bagian terpenting dalam perjalanan cintaku.
(Aksara Karo) i ja kam impalku? Kam tambar malemna 
^____^ 

Kamis, 17 Mei 2012

Representasi Perempuan "KETIKA SAPI LEBIH BERHARGA DARIPADA SEORANG PEREMPUAN"

Berikut sebuah ringkasan kisah nyata dari seorang perempuan yang tinggal di desa kecil Tepi Barat, Palestina yang lolos dari pembunuhan atas nama kehormatan. Diambil dari sebuah buku terjemahan “BURNED ALIVE” yang ditulis oleh Souad (yang identitasnya masih dirahasiakan sampai bukunya ditebitkan) dan sudah ditulis dalam 29 bahasa di 28 negara. Di Indonesia, buku ini diterbitkan oleh Pustaka Alvabet Anggota IKAPI.
Souad, seorang gadis yang tinggal di desa kecil, Tepi Barat, Palestina yang setiap hari mendapatkan siksaan dari ayah kandungnya sendiri. Dikurung, dipukuli, dijambak, diseret-seret, bahkan dicambuk, menjadi jatah harian Souad dari ayahnya. 

Kesalahan terbesar Souad adalah, berkenalan dengan seorang lelaki dan hamil sebelum menikah. Souad berusaha menutupinya dari keluarganya tapi tak berlangsung lama. Setelah keluarganya mengetahuinya, maka disusunlah sebuah rencana bagaimana mereka akan membunuh Souad. 

Saat itu usia kandungan Souad kira-kira tujuh bulan. Bentuk pembunuhan yang direncanakan adalah membakar Souad hidup-hidup. Biasanya hal ini dilakukan oleh saudara laki-laki, sementara orang tua sengaja bepergian agar tidak berada di rumah pada saat pembunuhan terjadi dan berpura-pura tidak tahu, namun sebenarnya hal tersebut telah direncanakan dengan rapi oleh 
keluarga. 

Souad akhirnya dibakar hidup-hidup oleh saudara iparnya sendiri. Beruntung Souad berhasil dilarikan ke rumah sakit oleh gadis-gadis desa setempat. Akan tetapi, rumah sakit pun tak mau memberikan pelayanan medis untuk Souad karena mereka tahu Souad telah hamil di luar nikah. 

Mereka membiarkan Souad kesakitan dengan kulit melepuh tanpa diobati sedikitpun. Hal yang tak terduga sama sekali, di tengah kesakitannya tergeletak tak berdaya tinggal menunggu kematiannya di rumah sakit, dia melahirkan bayinya dengan selamat tanpa bantuan medis sama sekali. 

Berhari-hari Souad tak mendapatkan pengobatan apapun, tapi dia tetap bertahan hidup, sampai akhirnya seorang relawan Eropa membawanya ke Prancis untuk mendapatkan pengobatan setelah melalui proses perizinan yang sangat panjang, baik dari pihak rumah sakit, keluarga Souad, dan tentara Israel yang ketika itu menjaga perbatasan Palestina. 

Di Prancis, Souad akhirnya mendapatkan pengobatan hingga sembuh, sampai akhirnya dia pulih, baik secara fisik maupun secara psikologis. Souad akhirnya mampu melanjutkan kehidupannya yang baru di Prancis, tempat yang berbeda jauh dengan tradisi desanya, terutama dalam hal representasi terhadap perempuan.
...
Di sebuah desa kecil yang terletak di Tepi Barat, Palestina, pada abad ke-19 kehidupan perempuan berada dalam posisi yang sangat memprihatinkan, tak lebih dari seorang budak. Bahkan di waktu itu, nilai seorang perempuan dianggap lebih rendah daripada seekor binatang. Sapi bisa memberikan susu dan anak sapi untuk kemudian dijual dan menghasilkan uang. Domba bisa menghasilkan wol untuk dijual kemudian mendatangkan uang. Sementara perempuan? Tak ada artinya.

Seorang gadis di desa kecil itu tidak boleh berpergian keluar rumah seorang diri tanpa ditemani ibu atau kakak perempuannya, tanpa domba, tanpa membawa seikat rumput kering atau sekantung buah ara. Seorang gadis juga harus berjalan dengan langkah cepat dan kepala menunduk, jangan sampai ada seorang lelaki yang sempat menangkap pandangan matanya. Seorang gadis juga tak diizinkan berbicara dengan lelaki asing manapun kecuali ayah dan saudara laki-lakinya. Kalau ada yang kedapatan melanggar aturan itu, maka dia akan dicap sebagai seorang “charmuta” atau pelacur. 

Di desa itu, seorang anak perempuan dikatakan sudah “dewasa” ketika sudah mendapatkan menstruasi pertamanya. Ketika seorang gadis sudah menginjak usia 14 tahun, maka dia akan menunggu untuk dinikahkan. Ketika hampir mencapai usia 20 tahun, belum juga ada laki-laki yang melamarnya, maka seluruh warga desa akan mengolok-oloknya dan itu akan menjadi aib bagi keluarganya. 

Karakter bengis seolah sudah melekat pada seluruh laki-laki di desa itu. Sang suami akan memperlakukan isterinya seperti budak. Menjambak, memukul, mencambuk, menendang, menyeret-nyeret perempuan, seolah menjadi hal yang biasa bagi laki-laki di desa itu, bahkan mereka juga tak akan segan sama sekali untuk membunuh perempuan, sekalipun itu isterinya. Panjang usia seorang perempuan seolah-olah berada di tangan para lelaki. Sekalipun seorang perempuan dibantai oleh suaminya, dia tak bisa pulang ke rumah orang tuanya karena itu hanya akan mendatangkan aib bagi orangtuanya. Oleh karena itu, dia harus bertahan di rumah suaminya meskipun mengharuskannya menjadi budak seumur hidup bagi suaminya sendiri. 

Anak laki-laki adalah emas. Kehadiran anak laki-laki dalam sebuah keluarga adalah hal yang paling ditunggu. Sebaliknya, kelahiran seorang anak perempuan dianggap akan menjadi kesialan. Maka tak jarang, bayi-bayi perempuan akan dibunuh ibunya saat kelahirannya. Mungkin menurut sang ibu, bayi perempuan itu lebih baik mati daripada harus disiksa dan dijadikan budak sepanjang hidupnya nanti, bahkan oleh ayah kandungnya sendiri.
...
Fenomena tersebut menggambarkan tentang representasi perempuan di Tepi Barat Palestina pada abad ke-19, dimana ada ketidakadilan gender sehingga perempuan gagal berekspresi di ruang publik dikarenakan satu kebudayaan patriarki yang sangat kuat dalam desa tersebut. Patriarki adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan sistem sosial di mana kaum laki-laki sebagai suatu kelompok mengendalikan kekuasaan atas kaum perempuan. 

Selain kekerasan pada perempuan yang seolah menjadi hal biasa, bentuk ketidakadilan pada perempuan di Tepi Barat, Palestina juga terjadi dalam bentuk subordinasi. Subordinasi pada dasarnya adalah keyakinan bahwa salah satu jenis kelamin dianggap lebih penting atau lebih utama dibanding jenis kelamin lainnya yang sudah mengakar, bahkan dikukuhkan oleh nilai agama dan budaya masyarakat. Laki-laki diizinkan untuk melakukan apapun sesuka hatinya, sementara perempuan diperlakukan sebagai budak. Bahkan, untuk mengenyam pendidikan pun, seorang perempuan tidak layak. 

Perempuan dimarjinalisasi dan didiskriminasi tanpa ada pihak yang berupaya merobohkan adat istiadat tersebut. Kaum perempuan di desa itu juga tak bisa vokal menyuarakan keberatannya atas sikap keras yang bahkan tak beradab dari laki-laki, kecuali mereka siap untuk disiksa atau bahkan dibunuh. 

Isu gender yang menyangkut kekerasan, subordinasi, dan marjinalisasi yang berkeliaran di tengah perbincangan masyarakat, ternyata benar adanya terjadi dengan sangat mengerikan kepada para perempuan di Tepi Barat, Palestina pada abad ke-19. Bahkan ketika itu, pembunuhan atas nama kehormatan menjadi hal yang sangat wajar. Salah satunya seperti yang terjadi pada Souad dalam kisah “Burned Alive” tersebut.

Kamis, 29 Maret 2012

UNIK!! KERAMAS PAKAI KARUNG GONI

Seorang pemuda tampak duduk manis di sebuah stand bazaar miliknya tapi tetap sigap melayani setiap pengunjung yang sekedar ingin mencuci mata ataupun yang ingin membagi isi koceknya kepada pemuda itu. Eno, seorang pemuda berdarah Jawa yang usianya baru 27 tahun dan sehari-harinya menghabiskan waktu untuk "keramas" dengan menggunakan karung goni bekas.

Hasil dari "keramas" yang dilakukan oleh Eno adalah sederet miniatur boneka unik yang mampu mempesona setiap orang yang menghampirinya. Mungkin pertanyaan yang kemudian muncul adalah “kira-kira sampo merek apa yang dipakai Eno untuk keramas sehingga menghasilkan miniatur boneka? Bagaimana mungkin? Lalu apa kabar dengan rambut di kepalanya? Bukankah yang biasa dikeramas adalah rambut?”

Unik. Itulah kemudian kata yang paling tepat untuk menggambarkan “keramas” yang satu ini. KERAMAS (Kerajinan Anak Medan Asli) memakai karung goni bekas, bentuk usaha kreatif yang ditekuni oleh Eno selama beberapa tahun belakangan. Tempat yang bisa dijangkau untuk “Keramas” ini adalah di Jalan Kesatria Gang Damai No.14, Kecamatan Medan Sunggal, Kelurahan Tanjung Rejo.

Eno bersama seorang temannya menggali ide kreatif mereka kemudian menuangkannya ke dalam sebuah karya seni yang sangat unik. Mereka memainkan jari-jari mereka merajut kembali goni-goni bekas yang sudah dikumpulkan, untuk kemudian dibedah menjadi berbagai jenis miniatur berbentuk boneka, pesawat, lukisan, dan semacamnya. Alat dan bahan yang digunakan sangat sederhana, hanya berupa karung goni bekas dan kawat sebagai bahan utama. Sesekali ragam biji-bijian kering yang telah dilapisi pernis sehingga memberi kesan mengkilau ditempelkan pada miniatur boneka goni untuk menambah kesan cantiknya.
Durasi waktu yang mereka perlukan untuk menciptakan satu miniatur boneka karung goni dengan karakter biasa yang tak terlalu ribet hanya sekitar 10-15 menit.

Eno biasanya memperoleh karung goni bekas dengan cara mengumpulkannya dari pedagang-pedagang pasar, terkadang dia peroleh secara gratis tapi terkadang juga Eno harus merogoh kantongnya dan mengeluarkan beberapa lembar rupiah untuk menebus karung-karung goni yang akan ia sulap menjadi karya unik, hasil tangan yang akan menjadi bagian dari “keramas” yang siap untuk dipasarkan.



Harga yang ditawarkan Eno untuk miniatur boneka karung goninya rata-rata adalah Rp 25.000 per-unit. Sementara untuk pembelian dalam jumlah banyak yang tujuannya adalah untuk dijual kembali, Eno biasanya memberikan korting harga menjadi Rp 15.000-Rp 18.000 per-unit. Saat ini hasil “Keramas” sudah dipasarkan ke berbagai wilayah di Sumatera Utara, khususnya daerah tujuan wisata, seperti Berastagi, Parapat, Tomok, Bukit Lawang. Tidak hanya sampai di situ, hasil kerajinan tangan ini juga sudah merantau sampai ke Aceh, Jakarta, Yogyakarta, bahkan sampai ke negeri tetangga, Malaysia. Menurut Eno, pelancong asal Malaysia pernah memborong kerajinan tangannya sampai 350 unit miniatur untuk kemudian dijual kembali.



Keuntungan yang bisa diperoleh Eno dari kegiatan yang ditekuninya ini, yaitu mengumpulkan karung goni bekas kemudian memainkan kreatifitasnya membentuk ragam miniatur, akhirnya bisa menambah pundi-pundi uang bagi Eno termasuk juga temannya yang turut membantunya. Nominal yang biasa diperoleh Eno yakni berkisar 2,5-3 juta perbulan.

Setiap orang dianugerahkan dengan bentuk kreativitas yang berbeda dan beragam. Eno adalah salah satu orang yang kemudian berusaha memaksimalkan kreativitas yang dimilikinya dan berhasil membuatnya menjadi sesuatu yang bernilai seni tinggi dan lagi menghasilkan rupiah. Tak hanya sampai di pembuatan miniatur boneka, lukisan, pesawat mainan, yang kesemuanya dari karung goni, Eno juga memberdayakan karung goni untuk membalut sepeda ontel.
“Saya kemaren nemu kerangka sepedanya itu di daerah Sunggal tempat tukang botot, terus dirangkai lagi dan dibalut pakai goni itu. Untuk merakitnya lagi kemaren saya perlu modal sekitar 500-600ribu.”

Di salah satu sisi stand bazaarnya, berdiri gagah sepeda ontel jantan yang sudah dibalut dengan karung goni oleh Eno, sehingga kian menambah nilainya. Menurut Eno, sepeda itu merupakan sepeda dengan tahun 1940, yang akan dia jual dengan harga 2,5 juta rupiah.

Selasa, 13 Maret 2012

HAPPY BIRTHDAY FOR MY TIKUT



Peluk dan cium untuk Tikut:: Tika Anggreni Purba :*
Semoga panjang usia dan kesehatan ditambahkan kepadamu.
Segala yang terbaik mendekat kepadamu di usia yang ke-21 ini.
Amin.



Tika Anggreni Purba.
11 Maret 2012, 21 tahun.
Sorry, may be it's too late to say happy birthday :(
"HAPPY BIRTHDAY, TIKA"
Salah satu sahabat terbaik yang dipunya oleh "Glanz"
Kami menyayangimu, bebski.

Teringat ucapan Tika siang tadi, "Aku nggak tau ini lagi senang atau sedih"
Bahagia karna bertambah usia, itu pasti. Tapi mungkin Tika juga lagi sedih karna mamak lagi sakit. Tapi pasti cepat sembuh :)

Tadi nggak ada pedah-pedah, maaf yaa, Tikut..
Maafkan kami para domba yang hilang ini :(
Kami pasti menyedihkan hatimu..
(-__-)

Kalau diminta kasi pedah-pedah, mau bilang apa yaa??
Harusnya aku, icek, ina, helen, inri, fani yang dikasi pedah-pedah dari Tika.
Tapi satu hal yang pasti, aku bangga punya kawan kek Tika.
Tika bisa selalu jadi panutan, banyak hal baik yang ditunjukkan.
Selalu bisa jadi penengah kalau lagi ada temennya yang mau bunuh-bunuhan.
Selalu bisa kasi semangat sama temennya yang udah galau mau gantung diri.
Selalu senyum walaupun lagi banyak pergumulan.
Selalu bisa nahan emosinya, walaupun banyak hal yang buat kesal.
Selalu bisa banyak hal.

Aku sayang Tika. Glanz sayang Tika. Tika sayang Glanz. Tika sayang aku.
Mari kita berpelukaaaaaaaaaaaannn...


Tika yang kukenal adalah orang yang tau betul gimana menempatkan dirinya.
Dibalik Tika yang tampak casing sekarang ini, Tika bisa juga kok jadi makhluk aneh.
Apakah itu??
Lady galau penderita parasosial akut, dimana dia menganggap tv adalah teman di kala sepi.
Hhhaahaa:D
Kalau penyakitnya yang satu ini udah kambuh, waaaaahhhh..luar biasa.
Nengok tv yang di-mute aja bisa ketawa guling-guling sambil ngences-ngences trus jambak-jambak rambut sendiri, jedotin kepala ke lantai (*lebay)
Remote tv, Tika penguasanya. Lalap ganti channel. ZzzzzZ.


Tapi, kembali lagi..
Apapun itu, Tika punya banyak hal baik yang orang lain nggak punya.
YOU ARE AMAZING, TIKA.
Teruslah jadi Tika yang baik dan lebih baik lagi yaa..
Jadilah yang terbaik suatu hari nanti.
Sukses adalah milikmu.

Sekali lagi,
SELAMAT ULANG TAHUN, TIKA
TUHAN YESUS MEMBERKATI

^^


Fani::
http://www.facebook.com/notes/tifany-natasha-panggabean/to-my-dearest-best-friend-tika-anggreni-purba-/10150586925680940

Inri:: http://www.facebook.com/notes/inri-sembiring/happy-bday-t-i-k-a-tiksemar/10150587722246949

Vina:: http://www.facebook.com/notes/ina-ginting/selamat-hari-spesial-untukmu-tika-anggreni-purba-tambak-3/10150595032968730